Humas MTsN 7 Jakarta Timur — Program Unggulan resmi dibuka pada Tahun Pelajaran 2026/2027, Selasa (4/8). MTs N 7 membuka Program unggulan tersebut meliputi Kelas Bilingual Science (KBS), Kelas Bilingual Tahfidz (KBT), dan Kelas Reguler Native. Pembukaan dilaksanakan melalui apel yang diikuti oleh seluruh peserta didik program unggulan, dewan guru, komite madrasah, serta Kepala MTsN 7 Jakarta Timur.
Suasana apel berlangsung khidmat dan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya proses pembelajaran bagi peserta didik yang telah bergabung dalam program unggulan. Kehadiran seluruh unsur madrasah dan orang tua melalui perwakilan komite menunjukkan dukungan terhadap penyelenggaraan program yang berorientasi pada pengembangan akademik, bahasa, dan karakter peserta didik.
Dalam sambutannya, Ketua Komite MTsN 7 Jakarta Timur, Miftahul Ihsan, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada pihak madrasah atas terselenggaranya program unggulan tersebut. Mewakili para orang tua, ia berpesan agar seluruh peserta didik dapat memanfaatkan kesempatan belajar ini dengan sebaik-baiknya sehingga mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal.
Sementara itu, Kepala MTsN 7 Jakarta Timur, H. Mar’ih, memberikan motivasi kepada seluruh peserta didik agar terus bersemangat dalam belajar dan berprestasi. “Semangatlah selalu untuk semakin memajukan MTsN 7 Jakarta Timur. One Student More Achievements,” ujarnya di hadapan seluruh peserta apel.
Pada sela-sela kegiatan pembukaan, dua peserta ASEAN Olympiad turut menampilkan kemampuan terbaiknya. Arini Lituhayu dari kelas 8.3 KBT memukau hadirin melalui pidato berbahasa Arab, sedangkan Anindya Shafyra Safei dari kelas 8.2 KBS tampil percaya diri membawakan pidato berbahasa Inggris. Penampilan keduanya mendapat apresiasi dari seluruh peserta apel.
Dalam kesempatan tersebut juga diumumkan bahwa sebanyak 13 peserta didik MTsN 7 Jakarta Timur akan mengikuti ASEAN Olympiad di Malaysia pada 17–21 Agustus 2026. Selain mengikuti kompetisi internasional, para peserta juga dijadwalkan mengunjungi Singapura untuk mengenal secara langsung atmosfer pembelajaran dan lingkungan pendidikan di negara tersebut sebagai bagian dari rangkaian kegiatan akademik.
