Humas MTs N 7 Jakarta – Kabar membanggakan datang dari ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025, sebuah kompetisi ilmiah tingkat nasional yang mempertemukan peserta didik terbaik dari madrasah dan sekolah umum di seluruh Indonesia. Dalam kompetisi prestisius ini, Sifaul Wahid, peserta didik MTsN 7 Jakarta, berhasil meraih Juara 1 Medali Emas Bidang Science Tingkat Nasional.
Ajang OMI 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia berlangsung pada 10–14 November 2025 di Provinsi Banten. Kompetisi ini dirancang untuk menumbuhkan semangat ilmiah dan inovasi di kalangan pelajar Indonesia, serta menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah kemampuan akademik, berpikir kritis, dan berkompetisi secara sehat di tingkat nasional, layaknya Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Perjalanan Panjang Menuju Puncak Keberhasilan
Sifaul Wahid menempuh perjalanan panjang sebelum akhirnya meraih medali emas. Ia melewati seleksi berlapis mulai dari tingkat madrasah, kota, hingga provinsi, untuk akhirnya melaju ke babak nasional. Dalam setiap tahap, Sifaul menunjukkan konsistensi, ketekunan, dan kemampuan analisis yang kuat dalam bidang sains.
Dengan bimbingan intensif dari tim pembina sains MTsN 7 Jakarta, Sifaul mengasah kemampuannya melalui latihan soal, penelitian mini, dan simulasi eksperimen ilmiah. Dukungan dari para guru, teman, serta orang tua turut menjadi pendorong semangat dalam menghadapi persaingan yang ketat dengan ratusan peserta dari berbagai daerah dan latar belakang pendidikan — baik madrasah maupun sekolah umum.

Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kemenangan pribadi, tetapi juga membuktikan bahwa siswa madrasah mampu bersaing di level nasional dan berprestasi sejajar dengan peserta dari sekolah umum di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Apresiasi dari Kepala Madrasah
Kepala MTsN 7 Jakarta, H. Mar’ih, M.Pd.I, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas prestasi gemilang yang diraih oleh Sifaul Wahid.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas pencapaian luar biasa ini. Sifaul Wahid telah membawa nama baik madrasah ke tingkat nasional dan membuktikan bahwa siswa madrasah tidak kalah dengan peserta dari sekolah umum. Ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan di madrasah mampu mencetak generasi yang unggul di bidang sains,” ujar beliau penuh kebanggaan.
H. Mar’ih menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh pihak yang terlibat.
“Prestasi ini adalah hasil sinergi antara siswa, guru pembimbing, orang tua, serta dukungan lembaga. MTsN 7 Jakarta akan terus berkomitmen memberikan ruang dan fasilitas bagi pengembangan potensi akademik peserta didik, baik melalui pembinaan olimpiade maupun kegiatan riset dan inovasi,” jelasnya.
Ungkapan Syukur dari Sang Juara
Dalam kesempatan terpisah, Sifaul Wahid mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas prestasi yang diraih.
“Saya tidak menyangka bisa menjadi juara pertama di tingkat nasional. Prosesnya panjang dan penuh tantangan, tapi saya belajar banyak hal dari setiap tahap lomba. Terima kasih kepada guru pembimbing, teman-teman, dan keluarga yang selalu mendukung saya,” ujarnya.
Sifaul juga berharap agar pencapaiannya ini dapat menjadi motivasi bagi siswa madrasah lainnya untuk terus berani bermimpi dan berprestasi.

“Saya ingin membuktikan bahwa madrasah juga bisa unggul di bidang sains dan teknologi, asal kita tekun belajar dan tidak mudah menyerah,” tambahnya.
Madrasah sebagai Pusat Prestasi dan Inovasi
Prestasi ini menjadi bukti bahwa MTsN 7 Jakarta terus berperan aktif dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, berilmu, dan berdaya saing global. Madrasah tidak lagi hanya dikenal sebagai lembaga pendidikan berbasis keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan riset ilmiah.
Program pembinaan olimpiade, kegiatan laboratorium, serta pendampingan riset ilmiah terus digalakkan di MTsN 7 Jakarta sebagai bentuk dukungan terhadap potensi peserta didik. Dengan pola pembinaan yang berkelanjutan, madrasah ini telah melahirkan banyak prestasi di tingkat kota, provinsi, hingga nasional.